Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 16 Oktober 2011

satuan layanan bimbingan dan konseling





1.    Topik
2.    Bidang bimbingan
3.    Tujuan




4.    Fungsi
5.    Sasaran
6.    Waktu
7.    Tempat
8.    Materi






























































9.    Metode
10. Langkah-langkah kegiatan

















































11. Sumber
12. Media
13. Evaluasi

:
:

:




:
:
:
:
:






























































:
:



















































:
:
:
Belajar Efektif
Bimbingan Belajar
  
1.    Siswa mengetahui cara-cara belajar yang efektif dan mampu menerapkannya
2.    Siswa mampu belajar secara efektif sesuai dengan kemampuannya

Pemahaman dan Pengembangan
Siswa Kelas II SMP
30 menit
Kelas masing-masing
Belajar yang efektif memang memerlukan cara yang tepat, apalagi tidak semua orang dapat menemukan cara yang tepat dan sesuai dengan kesanggupan dirinya sendiri. Berikut ini rahasia cara belajar yang efektif:
1.    Orang siang atau orang malam.
Untuk mengetahui waktu yang sesuai dengan diri, terlebih dahulu Anda harus mengetahui waktu yang nyaman untuk belajar. Apakah Anda lebih nyaman bila belajar pada siang atau pada malam hari.
2.    Mencoba membuat prediksi yang jelas mengenai tujuan yang akan dicapai.
Setiap pelajar atau siswa harus memahami tujuan yang akan dicapainya, lalu gambarkan tujuan itu meski dalam benak kita. Dengan tujuan yang sudah tergambar jelas, maka dengan sendirinya kita akan tergerak untuk segera melakukan usaha agar keinginan atau tujuan yang telah kita tetapkan dapat tercapai.
3.    Hidupkan keinginan untuk meraih sukses dalam belajar dengan membuat target yang jelas dan terarah.
Seperti halnya ketika kita bermain basket, keinginan untuk tampil menjadi pemenang dalam setiap pertandingan harus selalu digelorakan, dengan begitu target menang menjadi tujuan. Begitu pula belajar, pastikan anda memang ingin sukses dalam belajar, sehingga anda akan membuat target yang jelas dan terarah dalam belajar.
4.    Fokus pada konsep, bukan rincian.
Bayangkan bila Anda menjadi seorang mekanik, mungkin Anda akan mengalami kesulitan dalam memperbaiki kerusakan mesin, bila Anda tidak memahami cara kerjanya. Maka memahami konsep menjadi hal yang penting. Jika konsrep dipahami, maka rinciannya menjadi hal yang mudah untuk dipelajari berikutnya.
5.    Definisikan dengan jelas manfaat yang ingin Anda dapatkan dalam belajar.
Seperti halnya Anda ingin memenangkan sebuah turnamen, maka Anda harus mendefinisikan dengan jelas keuntungan yang bisa Anda dapat bila Anda memenagkan turnamen itu. Begitu pula dalam belajar, jika Anda bisa membuat definisi yang jelas keuntungan apa saja yang akan Anda dapatkan bila berhasil dalam belajar, maka belajar tidak akan pernah Anda rasakan sebagai beban.
6.    Membuat suasana belajar yang menyenangkan.
Semua pekerjaan yang dilakukan dengan serius, tanpa sedikitpun diselingi suasana santai atau sedikit bermain, tentu akan membosankan. Begitu juga belajar, tanpa suasan yang menyenangkan, belajar akan kehilangan daya tariknya. Jadi cobalah membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi Anda. Misalya jika Anda suka dengan musik, kenapa tidak belajar dengan diringi musik yang anda sukai. Jika Anda lebih suka dengan kesunyian, maka jauhkan diri anda atau hal-hal yang membuat anda terganggu.
Tanya Jawab

No

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa


1.

Persiapan

a. Membuka kegiatan layanan.

b. Memperkenalkan diri dan menge-cek kehadiran siswa.

a. Mempersiapkan diri dan mengikuti pertemuan.
b. Memberikan informasi mengenai ke-hadiran siswa di kelasnya.
1.     

2.

Inti

a. Menanyakan kebiasaaan belajar yang efektif menurut diri siswa.

b. Menyampaikan materi layanan dengan diselingi pertanyaan kepada siswa mengenai pengalaman  belajar yang efektif menurut dirinya pada setiap pembahasan, serta mengaitkan simulasi dengan materi yang sedang disampaikan.



a. Menjawab pertanyaan dari guru mengenai kebiasaan belajar yang sering dilakukan.

b. Menyimak penjelasan yang sedang disampaikan dan menjawab pertanyaan guru yang disampaikan mengenai pengalaman belajar yang efektif pada setiap pembahasan.


3.

Penutup

a. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan dengan bertanya kepa-da siswa mengenai materi yang telah disampaikan.
b. Memberikan kesempatan kepasa siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahaminya atau kebiasaan belajar efektif menurut dirinya..
c. Mengevaluasi kebiasaan belajar efektif yang telah biasa dilakukannya dan mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan dengan memberikan instrumen evaluasi.
d. Menutup kegiatan layanan dan memotivasi siswa agar bersedia membicarakan lebih lanjut kepada pembimbing untiuk menindaklanjuti kegiatan ini.


a. Siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan oleh guru dengan menjawab pertanyaan mengenai materi yang telah diperolehnya.
b. Siswa bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahaminya atau kebiasaan belajar efektif menurut dirinya.



c. Mengisi instrumen yang telah diperolehnya mengenai kebiasaan belajar efektif menurut dirinya dan materi yang telah diperolehnya.

Majalah Sinus Edisi Agustus 1995 hal 25 oleh Iswantoro
OHP dan transparansi
1.    Sebutkan cara-cara belajar yang efektif secara umum?
2.    Bagaimana kebiasaan belajar yang sering dilakukan?























1.    Topik
2.    Bidang bimbingan
3.    Tujuan



4.    Fungsi
5.    Sasaran
6.    Waktu
7.    Tempat
8.    Materi




























9.    Metode
10. Langkah-langkah kegiatan













































1.    Sumber
2.    Media
3.    Evaluasi

:
:

:



:
:
:
:
:




























:
:















































:
:
:
Strategi Mempersiapkan Ulangan Mendadak
Bimbingan belajar

1. Siswa dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangannya yang optimal mengenai bimbingan belajar.
2.Siswa mempunyai bekal mengenai kebiasaan   belajar.
3. Siswa menerapkan kebiasaan belajar yang baik
Pemahaman dan Pengembangan
Siswa Kelas I SMP
30 menit
Kelas masing-masing
Strategi Mempersiapkan Ulangan Mendadak
Pertama, usahakan memanfaatkan waktu dan kesempatan semaksimal mungkin. Artinya jika dalam mengikuti pelajaran di sekolah kita berusaha konsentrasi menerima pelajaran dengan baik. Sehinggga kita tidak hanya sekedar mendengarkan saja tetapi sambil menyimpan dalam ingatan. Jadi kita benar-benar paham.
Kedua, buat catatan pelajaran serapi mungkin dan semenarik mungkin.
Ketiga, sesibuk dan secapai apapun usahakan kita tetap membuka-buka buku pelajaran. Luangkan sedikit waktu untuk mengulang pelajaran yanga telah diberikan dan membaca-baca pelajaran yang mungkin akan diberikan esok paginya. Kalau ada waktu lebih, bias digunakan untuk latihan mengerjakan soal-soal karena hanya dengan berlatih akan membuat kita terampil mengerjakan soal-soal.
Keempat, pandai-pandailah membagi waktu. Memang masa remaja harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Artinya gunakan kesempatan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, juga keterampilan. Siapa tau suatu saat kita perlukan. Tetapi meski kita mempunyai seabreg pekerjaan bukan berarti kita boleh menyampingkan pelajaaran (sekolah) karenabagaimana seterampil kita tetap diperlukan pendidikan formal untuk mendasari kita di kemudian hari.
Tanya jawab
Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa
1.   Pembukaan:
  1. Memberikan salam
  2. Apersepsi:
Bertanya cara belajar mereka di rumah


a.    Menjawab salam
b.    Siswa yang ditunjuk/mengacungkan tangan menjawab pertanyaan, sedangkan yang lain memperhatikan.
2.   Kegiatan Inti:
  1. Guru menjelaskan urgensi memiliki keterampilan belajar yang baik.
  2. Guru menjelaskan materi tentang strategi mempersiapkan ulangan mendadak.
  3. Sebagai evaluasi, guru memberikan pertanyaan dan tanggapan terhadap materi yang telah diuraikan.

a.              Siswa menyimak uraian  guru


b.      Siswa masih menyimak materi yang diuraikan oleh guru.


c.Siswa menjawab pertanyaan dan tanggapan yang diminta oleh guru.
3.   Penutup:
  1. Guru meninjau kembali materi yang telah disampaikan.

  1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau memberikan komentar.
  2. Guru menjawab pertanyaan siswa.

  1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkonsultasi baik di luar maupun di dalam kelas.
  2. Menutup materi dan memberikan salam

a.    Siswa memperhatikan uraian kesimpulan yang disampaikan oleh guru.
b.    Jika ada permasalahan, siswa mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar
c.    Siswa mendengarkan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh siswa

d.    Siswa berkonsultasi kepada guru mengenai keterampilan belajar
e.    Siswa menjawab salam


Majalah Sinus Edisi Bulan Juni 1996 hal 16 Oleh Retno Widawaty

OHP dan transparansi
1.    Apakah siswa memiliki keterampilan belajar yang baik?
2.    Jika point 2 ya, keterampilan belajar apa yang telah dimiliki?
3.    Bagaimana cara mempersiapkan diri agar siap menghadapi ulangan mendadak?















1.    Topik
2.    Bidang bimbingan
3.    Tujuan









4.    Fungsi
5.    Sasaran
6.    Waktu
7.    Tempat
8.    Materi






















































9.    Metode
10. Langkah-langkah kegiatan





































4.    Sumber
5.    Media
6.    Evaluasi

:
:

:









:
:
:
:
:






















































:
:







































:
:
:
Kiat Meningkatkan Daya Konsentrasi
Bimbingan Belajar

1.   Agar siswa dapat memehami dan mengetahui cara meningkatkan daya konsentrasi ketika belajar.
2.   Siswa dapat mengetahui dan memahami kekuatan dan kelebihan yang ada pada dirinya.
3.   Siswa dapat mengetahui dan memahami cara agar dapat meningkatkan konsentrasi.
4.   Siswa dapat mengetahui dan memahami hal-hal apa saja yang dapat mengganggu konsentrasi.
Pemahaman dan Pengembangan
Siswa Kelas II SMP
30 menit
Kelas masing-masing
Konsentrasi merupakan sebuah keadaan dimana seseorang mengerahkan kekuatan dalam memfokuskan pikirannya untuk memahami dan menganalisis informasi yang diperolehnya. Kemampuan berkonsentrasi merupakan suatu keberhasilan awal yang akan membawa kita kepada keberhasilan baik dalam belajar atau dalam hal yang lainnya. Adapun hal-hal yang mengganggu konsentrasi adalah kebosanan dan sikap mengalah terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan. Disamping itu terdapat beberapa keuntungan apabila kita mampu berkonsentrasi.
1.   Kita akan dapat menguasai situasi,
2.   Kita akan dapat keefesienan,
3.   Memungkinkan kita untuk dapat memecahkan masalah.
Ukuran bagi seorang manusia yang berhasil adalah sejauhmana ia dapat berkonsentrasi. Karena konsentrasi adalah rahasia keberhasilan dalam semua manajemen kehidupan manusia. Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan konsentrasi yaitu :
1.   lakukan segala yang dapat kita lakukan untuk mencegah masuknya gangguan, misalnya bekerjalah sendiri dan usahakan agar ruangan memiliki ventilasi, penerangan, dan kehangatan yang memadai.
2.   ketika memulai, tolak godaan untuk bermimpi tentang masa lalu dan masa mendatang ., misalnya dengan mengarahkan mata kita untuk tetap menatap ke arah pekerjaan, dimana kita akan terbantu dengan menuliskan catatan atau menggambarkan sketsa yang relevan dengan subjek yang kita hadapi.
3.   batasi waktu belajar selama satu jam, kemudian ambil istirahat selama sepuluh menit dan kerjakan sesuatu yang berbeda.
4.   menetapkan batasan waktu dalam mengerjakannya karena dengan memberikan batas waktu terhadap pengerjaan sesuatu akan memberikan dorongan kepada emosi untuk dapat menyelesaikannya tepat pada waktunya.
Jangan pernah berpikir negatif, seperti tidak akan pernah menguasainya. Yakinlah bahwa otak kita diberikan kemempuan yang luar biasa untuk menyerap informasi.


Tanya Jawab
Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa
1.Pembukaan:
a.    Memberikan salam dan mengecek kehadiran siswa

b.    Apersepsi:
Bertanya kepada siswa bagaimana cara mereka dalam berkonsentrasi

a.    Menjawab salam dan pertanyaan guru yang berkaitan dengan pengecekan kehadiran
b.    Siswa yang ditunjuk/mengacungkan tangan menjawab pertanyaan, sedangkan yang lain memperhatikan.
2.Kegiatan Inti:
a.    Guru menjelaskan pentingnya berkonsentrasi.
b.    Guru menjelaskan materi tentang kiat-kiat untuk meningkatkan daya konsentrasi
c.    Sebagai evaluasi, guru memberikan pertanyaan dan tanggapan terhadap materi yang telah diuraikan.


a.    Siswa menyimak uraian guru

b.    Siswa masih menyimak materi yang diuraikan oleh guru.

c.   Siswa menjawab pertanyaan dan tanggapan yang diminta oleh guru.
3.Penutup:
a.    Guru meninjau kembali materi yang telah disampaikan.

b.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau memberikan komentar.
c.    Guru menjawab pertanyaan siswa.

d.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkonsultasi.
e.    Menutup materi dan memberikan salam

a.    Siswa memperhatikan uraian kesimpulan yang disampaikan oleh guru.
b.    Jika ada permasalahan,siswa mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar
c.    Siswa mendengarkan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh siswa

d.    Siswa menjawab salam

Majalah Sinus Edisi Agustus 1996 Hal 23 Oleh Siswati Hasanah
OHP dan Transparansi
1.    Apakah siswa dapat mudah berkonsentrasi terhadap sesuatu?
2.    Bagaimana cara mereka untuk meningkatkan daya konsentrasi?





































1.    Topik
2.    Bidang bimbingan
3.    Tujuan
4.    Fungsi
5.    Sasaran
6.    Waktu
7.    Tempat
8.    Materi




































9.    Metode
10. Langkah-langkah kegiatan


































7.    Sumber
8.    Media
9.    Evaluasi

:
:

:
:
:
:
:
:




































:
:




































:
:
:
Kiat Praktis Menghafal
Bimbingan Belajar  

Siswa dapat memiliki keterampilan dalam belajar
Pemahaman dan Pengembangan
Siswa Kelas II SMP
30 menit
Kelas masing-masing
Menghafal merupakan pekerjaan yang sering kita lakukan dalam kehidupan ini apalagi bagi seorang pelajar hal tersebut merupakan pekerjaan rutin. Di bawah ini ada beberapa cara mengingat praktis yang tidak ada salahnya untuk dicoba.
1.    Meringkas Catatan. Coba buat ringkasan pelajaranmu di kertas lain. Cukup catat poin-poinnya saja. Dengan memakai stabilo, tan dai bagian-bagian yang menurutmu sulit untuk diingat. Sambil mencatat ulang pasti ada beberapa soal yang tersimpan dalam otak, dengan catatan  tidak terburu-buru, kamu pasti bisa dengan mudah menghafal catatan barumu yang sudah ditandai.
2.    Belajar ala sersan. Yakni serius, tapi santai, meskipun  terdengar main-main, tapi hailnya cukup efektif. Misalnya menghafal dengan metode cerita.
3.    Singkat tepat. Rumus ini dipakai untuk menghafal sebuah rumus teori atau rangkaian nama yang lumayan panjang, misalnya untuk mengingat tujuh warna pelangi, kamu dapat mengingatnya seperti ini : Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni untuk merah-Jingga-Kuning-Hijau-Biru-Nila dan Ungu.
4.    Kenali kebiasaan. Lain kepala, lain kebiasaan, maka kenalilah kebiasaanmu dalam belajar apakah kamu bertipe penghafal dengan suasana sunyi atau sebaliknya.
5.    Membuat karya tulis. Untuk mengafal pelajaran sejarah cara ini cukup efektif yaitu dengan membuat sebuah cerita dari materi yang akan kemu hafal tapi cerita tersebut buatlah dengan kalimat yang romantis, atau sedikit jenaka, sesuai dengan selera kamu asal tidak mlenceng dari sejarah.
6.    Bantuan Gambar. Bila kamu pintar menggambar, tidak ada salahnya kamu mencatat pelajaran dilengkapi dengan gambar-gambar yang mudah dimengerti.
Selamat belajar !!!
Tanya Jawab
Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa
1.Pembukaan:
a.    Memberikan salam dan mengecek kehadiran siswa

b.    Apersepsi:
Bertanya kepada siswa bagaimana cara mereka dalam menghafal materi pelajaran

a.    Menjawab salam dan pertanyaan guru yang berkaitan dengan pengecekan kehadiran
b.    Siswa yang ditunjuk/mengacungkan tangan menjawab pertanyaan, sedangkan yang lain memperhatikan.
2.Kegiatan Inti:
a.    Guru menjelaskan materi tentang kiat-kiat dalam mengahafal materi pelajaran
b.    Sebagai evaluasi, guru memberikan pertanyaan dan tanggapan terhadap materi yang telah diuraikan.


a.    Siswa menyimak uraian guru

b.    Siswa masih menyimak materi yang diuraikan oleh guru.

c.   Siswa menjawab pertanyaan dan tanggapan yang diminta oleh guru.
3.Penutup:
a.    Guru meninjau kembali materi yang telah disampaikan.
b.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau memberikan komentar.
c.    Guru menjawab pertanyaan siswa.
d.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkonsultasi.
e.    Menutup materi dan memberikan salam

a.    Siswa memperhatikan uraian kesimpulan yang disampaikan oleh guru.
b.    Jika ada permasalahan, siswa mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar
c.    Siswa mendengarkan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh siswa
d.    Siswa menjawab salam

Majalah Sinus Edisi Agustus 1996 Hal 23 Oleh Siswati Hasanah
OHP dan Transparansi
1.    Bagaimana cara siswa dalam menghafal materi pelajaran?
2.    Apakah mereka mengalami kesulitan dalam menghafal pelajaran?
3.    Jika point 2 ya, kesulitan apa yang mereka hadapi?
























1.    Topik
2.    Bidang bimbingan
3.    Tujuan
4.    Fungsi
5.    Sasaran
6.    Waktu
7.    Tempat
8.    Materi






























































































































9.    Metode
10. Langkah-langkah kegiatan


































11. Media
12. Evaluasi




:
:

:
:
:
:
:
:






























































































































:
:




































:
:

Jurusan di Kelas III SMA
Pendidikan

Siswa dapat mengetahui informasi pilihan jurusan di Kelas III SMA
Pemahaman dan Pengembangan
Siswa Kelas II SMA
30 menit
Kelas masing-masing
Dalam memilih jurusan, Anda harus betul-betul mempertimbangkan minat, cita-cita, dan kemampuan Anda. Hindarilah hal-hal yang hanya bersifat sementara, seperti gengsi, ikut-ikutan, atau yang lainnya. Hal itu akan merepotkan Anda sendiri.
Adapun jurus yang dapat kita lakukan dalam menentukan pilihan yaitu :
1.    Bakat. Sebelum menentukan jurusan, ketahuilah dulu apa bakat dan minat kamu. Untuk mengetahui bakat, kita dapat mengikuti program tes bakat dan kemampuan yang ada. Daripada salah pilih jurusan, nggak ada salahnya sebelum memilih kita konsultasi terlebih dahulu.
2.    Kemampuan. Bakat dan minat saja tidak cukup tapi kita juga harus terus meningkatkan kemampuan kita. Belajar, belajar, dan jangan pernah berhenti. Perpaduan antara minat, bakat dan kemampuan yang tinggi mampu menciptakan kesempatan yang luar biasa.
3.    Financial. Selain kemampuan intelektual ada satu lagi kemampuan yang harus diperhatikan, yaitu kemampuan dana alias financial. Mencari ilmu memang harus diperjuangkan tapi jangan terlalu dipaksakan, karena semua yang dipaksakan tidak baik untuk kesehatan mata pencaharian orang tua. Jangan memaksakan kehendak kalau dana belum bisa penuh terkumpul.
4.    Jangan Malu Bertanya. Ingat pepatah mengatakan malu bertanya sesat dijalan. Jangan segan-segan untuk bertanya dan mengumpulkan informasi yang seluas-luasnya tentang jurusan apa yang hendak kamu pilih. Jika kamu mempunyai waktu yang cukup, berdiskusilah dengan senior-seniormu tentang jurusan yang akan kamu pilih.
5.    Berdo’a. Do’a memang benar-benar jadi senjata andalan orang-orang muslim. Setelah melalui tahapan-tahapan usaha yang kamu lakukan, jurus pamungkas yang kita miliki adalah menyerahkan semuanya kepada Allah. Mintalah kepada Allah yang terbaik untuk masa depanmu karena Allah Maha mengetahui apa yang terbaik untuk masa depan kita.

Ada 3 pilihan jurusan, yaitu: IPA, IPS, dan Bahasa, dimana masing-masing jurusan mempunyai syarat pelajaran tertentu serta memiliki kelebihan dan kekurangan.
Bila Anda  memilih jurusan IPA
Mata pelajaran yang harus Anda kuasai adalah Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Kelebihan:
1.    Pilihan program studi di perguruan tinggi tidak terbatas (selanjutnya dapat mengikuti program IPC pada SPMB)
2.     Diharapkan unggul dalam pelajaran matematika, sehingga diharapkan tidak mengalami kesulitan pada program studi sosial yang membutuhkan hitungan seperti akuntansi, psikologi, dll.
3.    Tingkat persaingan di Perguruan Tinggi lebih sedikit, karena anda hanya mempunyai saingan siswa program IPA saja.

Kekurangan:
1.    Mempunyai sedikit kesempatan untuk mendapat PMDK, karena biasanya  PTN akan membatasi formulir calon PMDK di setiap sekolah. Sementara siswa yang memilih program IPA biasanya mereka yang mempunyai prestasi  baik di kelas I dan kelas II-nya.
2.    Bagi Anda yang mendapat nilai cukup untuk program IPA, tetapi kurang menguasai mata pelajaran program IPA akan kalah saing dengan teman sekelas. Jangan sampai Anda menjadi siswa yang paling bawah nilai maupun rangkingnya.
3.    Akan merasa sia-sia, bila akhirnya ilmu itu tidak Anda pakai, misalnya mengambil ilmu sosial atau ilmu bahasa di perguruan tinggi nanti.

Bila Anda memilih jurusan IPS:
Mata pelajaran yang harus Anda kuasai adalah Ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan sejarah.
Kelebihan:
1.    Akan unggul bila Anda ingin meneruskan program studi ekonomi, hukum, antropologi, dan sebagainya, karena sudah mendapatkan pelajarannya di kelas III, seperti pelajaran Akuntansi, Tata Negara, Sosiologi, ataupun Antropologi.
2.     Akan unggul bagi Anda yang suka membaca dan menghafal.
3.    Lebih baik mendapat rangking baik pada program IPS daripada rangking terendah di IPA.
4.    Mempunyai peluang untuk mendapat PMDK, karena biasanya tingkat persaingan di program IPS tidak seberat di program IPA.
Kekurangan:
1.    Tingkat persaingan di Perguruan Tinggi lebih banyak, yaitu dengan siswa program IPA dan Bahasa.
2.    Anda akan mengalami kesulitan bila tidak menyukai menghafal dan membaca.
3.    Keterbatasan pilihan pendidikan tinggi di instansi pemerintahan (pendidikan tinggi kedinasan).

Bila Anda memilih jurusan Bahasa:
Mata pelajaran yang harus Anda kuasai adalah Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Sejarah.

Kelebihan:
1.    Unggul dalam menempuh ujian “SPMB” karena bila Anda amati, soal-soal SPMB di hari ke-I didominasi oleh pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
2.    Mempunyai kesempatan banyak untuk mendapatkan PMDK, karena biasanya PTN akan membatasi formulir calon PMDK di setiap sekolah, sementara siswa yang memilih program Bahasa biasanya tidak terlalu banyak.
3.    Dapat menambah uang saku dengan cara menterjemahkan buku, buka kursus bahasa, dan sebagainya.

Kekurangan:
1.    Tingkat persaingan di Perguruan Tinggi lebih banyak, yaitu dengan siswa program IPA dan IPS
2.    Pilihan program studi di perguruan tinggi terbatas.
Tanya jawab
Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa
1.Pembukaan:
a.    Memberikan salam
b.    Apersepsi:
Bertanya kepada siswa mengenai pilihan jurusan di Kelas III


a.    Menjawab salam
b.    Siswa yang ditunjuk/mengacungkan tangan menjawab pertanyaan, sedangkan yang lain memperhatikan.
2.Kegiatan Inti:
a.    Guru menjelaskan materi tentang pilihan jurusan di Kelas III
b.    Sebagai evaluasi, guru memberikan pertanyaan dan tanggapan terhadap materi yang telah diuraikan.

a.    Siswa menyimak materi yang diuraikan oleh guru.

b.   Siswa menjawab pertanyaan dan tanggapan yang diminta oleh guru.
3.Penutup:
a.    Guru meninjau kembali materi yang telah disampaikan.

b.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau memberikan komentar.
c.    Guru menjawab pertanyaan siswa.



d.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengenai pilihan jurusan di Kelas III
e.    Menutup materi dan memberikan salam

a.    Siswa memperhatikan uraian kesimpulan yang disampaikan oleh guru.

b.    Jika ada permasalahan, siswa mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar

c.    Siswa mendengarkan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh siswa

d.    Siswa berkonsultasi kepada guru mengenai persiapan menghadapi UAN 2004


e.    Siswa menjawab salam


OHP dan Transparansi
Persiapan apa yang telah Anda lakukan menghadapi penjurusan di kelas III nanti?





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar